Aku dan Arisan Mapan

Posted: October 22, 2019 in Arisan Mapan
Tags: ,

“Ini dari Arisan Mapan ya, Bunda?” celetuk anakku yang berusia empat tahun saat dia melihat aku sedang meng-unboxing dua buah cetakan kue. Akupun mengangguk sambil senyum-senyum. Rupanya image Bunda dan Arisan Mapan sudah melekat di diriku haha…

Memang, bergabung di Arisan Mapan sejak Januari 2017 membuatku menemukan kenyamanan. Bisnis tanpa modal ini seperti sebuah impian tiap keluarga, terutama keluarga menengah. Bayangkan saja, barang yang kita butuhkan bisa dibayar dengan sistem arisan atau cicilan. Aku masih ingat saat iseng scrolling Instagram, aku lalu melihat katalognya. Wow, dari sepatu, tas, panci, kosmetik, sampai lemari pakaian bisa dibeli dengan cicilan (arisan). It’s too good to be true, ya kan?

Sebulan kemudian, aku sudah menjadi Ketua Arisan dan menerima barang pertama anggota. Saat itu Mamaku memenangkan kocokan pertama, mendapatkan satu set skincare Wardah Renew You. Sejak itu aku semakin excited dan makin gencar mencari anggota arisan.

Tak hanya jadi Ketua Arisan, aku pun berhasil menjadi Manager Arisan, Pengajar Mapan dan Mentor Mapan. Aku juga dikenal sebagai video creator di kalangan Ketua Arisan Mapan karena konten videoku cukup menarik dan beda dengan yang lain. Kelompok arisanku pun sudah mencapai 30 kelompok. Hadiah dan komisi yang kudapat? Banyak! Walaupun aku belum termasuk sebagai penerima reward besar dari Mapan (trip ke Bali dan Jogja, motor matic, umroh, emas, dll) tapi aku menjalaninya dengan senang, tidak ngoyo. Yang penting nyaman.

Me as a video creator

Sebenarnya cukup banyak tulisanku tentang Arisan Mapan, tapi semuanya ada di Facebook, medsos tempatku berpromosi. Aku akan posting rutin di blog ini juga, sebagai langkah awal rutin menulis di blog ini lagi, setelah sekian lama tidak diisi hehe..

Mentor Mapan

Tokek is in da House

Posted: October 16, 2019 in Misc Stuff

Teror itu akhirnya menampakkan diri. Selama ini hanya terdengar suara keras tak berwujud di dekat kamar mandi, kini dia muncul!

Anak-anak excited dong..sekaligus parno abis, gak berani ke kamar mandi sendirian. Pertama kalinya mereka melihat tokek besar nangkring di tembok pojokan atas. Mana itu tokek bercorak kotak-kotak pula… *merinding

Emak dan anak milenial kalo ada yang exciting kan gitu, ambil HP, langsung ngevlog 😂

“Jinjja pedas”

Auto ketawa sih denger Siwon ngomong ini di iklan terbaru Mie Sedaap Korean Spicy Chicken haha… Aku mbatin, hebat ni Mie Sedaap menggaet Choi Siwon buat iklannya. Dan emang langsung membuat aku tertarik untuk nyobain padahal selama ini cuma ngelirik aja kalo di warung atau minimarket.

Besoknya langsung hunting ke Superindo dan mandapati rak Mie Sedaap Korean Spicy Chicken kosong melompong. Sama halnya pas ke 2 Alfamart stok juga kosong. Hmmm…selaris itukah?

Beberapa hari kemudian, pas jajanin anak ke warung kecil depan rumah eeh nemu juga akhirnya! Langsung eksekusi. Semua bubuk cabe langsung tuang, fotoin bentar dan langsung santap.

Mie Sedaap Korean Spicy Chicken

Aku amazed sama tekstur mienya yang gak kudapat di mie instan Indonesia. Ini mienya kenyal dan lebih besar. Pedasnya masih tergolong ramah dan bisa diterima lidahku. Walaupun tetep ya aku harus minum segelas susu untuk meminimalisir rasa pedas yang bertahan di dalam mulut hehe..

Bumbunya enak, mirip samyang tapi tetap dengan kearifan lokal, dibuktikan dengan adanya bawang merah goreng yang banyak dan renyah. Klop banget!

Kesimpulannya, I like this noodle. Really! Gak perlu beli samyang yang menguras kantong, cukup Mie Sedaap Korean Spicy Chicken 2 bungkus, kenyang dan puas hihi..

Menurut kalian gimana? Sudah cobakah? Komen yuk!

Dua Tahun Anakku

Posted: January 26, 2017 in Family
Tags: ,

Hi There..!

Fiuh… Udah lama blog ini gak diupdate sama si empunya *nyapu-nyapu. Kalau dibaca-baca lagi, postingan terakhirku adalah saat aku mandapati test pack bergaris dua, dan ada draft tentang ceritaku kontrol ke dokter kandungan, tapi belum selesai nulisnya hihihi… OK, well…emmm…garis dua itu sekarang sudah menjelma menjadi makhluk paling adorable sedunia, bernama Nakhla Fathan Elrafif. Dan dia baru saja menginjak usia dua tahun..! I know, time flies so fast, right?! Aku yang kayak baru kemarin hura-hura gak jelas, ngalay di sosmed, cekikikan sama temen eeehh…sekarang udah kepala tiga dan menjadi seorang ibu.

Anyway, aku mau cerita perayaan kecil-kecilan ulang tahun Fathan kedua, 30 Desember 2016 lalu, tapi dirayakan tanggal 31 Desember. Kali ini dirayakan di rumah mungilku di Malang setelah sebelumnya ultah pertama di Lumajang, di rumah Eyangnya. Kali ini aku bertekad untuk membuat sendiri kue ulang tahunnya. Berbekal browsing sana-sini dan mantengin pinterest, akhirnya aku berhasil membuat gravity cake. Kenapa gravity cake? Karena unik dan gak ribet dengan butter cream bunga-bunga yang ruwet.

img_20161231_122019

Karyaku, ChaCha Gravity Cake

Cake cokelatnya bikin sendiri, butter cream cokelatnya juga. Mendekor sendiri dengan sedikit bantuan magic biar bungkusnya bisa terbang hahaha… I’m proud of myself lah pokoknya. Sempet bete sama suami gara-gara typo di hiasannya. Doi nulisnya birtday, bukannya birthday… Huft…

Acara berjalan lancar, walopun cuma mengundang kerabat dan teman dekat. Kue ini akhirnya dipotong-potong untuk dibagikan ke tetangga-tetangga. Fathan seneng banget, nyanyiin “hepi dede tu yu…hepi dede tu yuuu…” lalu tiup lilin.

img_96331

Ada dua kue..! Pai susu dari Budenya Fathan ikut memeriahkan.

img_20170103_211232_processed

Potong kue yuuuk…dibantu Bunda sama Kakak yaa…

Ulang tahun Fathan yang kedua ini menerbitkan PR buatku, yaitu menyapihnya. Dua tahun kemesraan kami harus pelan-pelan dipisahkan huhuhu… Sekarang sudah hampir satu bulan dan Fathan masih belum bisa lepas nenen, sayapun suka baper hehe… Jadi gpplah, nyantai aja, woles, slow weaning. Sampai kami berdua sudah benar-benar siap.

Sehat-sehat terus ya anakku, Fathan. Makin pinter macem-macem, gak rewel, jadi anak baik…*kecup dan peluk. I love you…

Hebohnya Si Garis Dua

Posted: June 29, 2014 in Amazing Pregnancy

“Mbak, test pack 1, yang biasa aja…”
“1500”
Ow, murah ya test pack ini. Baru kali ini aku membeli alat tes kehamilan di apotek. Jadwal haidku memang masih keesokan harinya tapi akhir-akhir ini aku merasa beda…

Besok paginya, aku terbangun sebelum subuh karena kebelet pipis. Aku membawa sebatang tipis test pack itu. Kucelup… Kutunggu beberapa detik dan… garis dua!
Alhamdulillah…
Banyak syukur kuucapkan saat mengamati dua garis yang jelas itu walaupun yang satu agak tipis. Ini ajaib! Belum sebulan menikah aku sudah diberi kepercayaan oleh Allah.

Keluar dari kamar mandi aku membangunkan Mamaku, menunjukkan padanya test pack bergaris duaku. Senyum Mama merekah. Lalu kutunjukkan pada Kakak perempuanku di dapur, “Wah hamil!” katanya.

Setengah berlari aku masuk kamarku dan membangunkan suamiku. Masih setengah mengantuk, dia memicingkan mata mengamati garis dua, tersenyum, dan memelukku. Luar biasa bahagia rasanya.
Hari itu aku tidak bisa berhenti tersenyum…

Cobaan Pranikah

Posted: June 22, 2014 in Happy Marriage
Tags: ,

Setiap pernikahan pasti menghadapi berbagai cobaan atau godaan sebelum nikah. Kalau dipikir-pikir memang make sense kalau orang Jawa kolot mengharuskan calon mempelai untuk dipingit berhari-hari. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan calon pengantin dari bahaya atau godaan yang menghadang.

Pernikahanku beberapa bulan lalu juga bukannya tanpa cobaan. Banyak!

1. Persiapan mepet dan imunusasi
Dilamar akhir Desember, menikah awal April. Jadi hanya 3 bulan persiapan kami untuk menikah. Mamaku adalah big boss dalam hal ini. Beliau sudah pernah menikahkan Kakakku, jadi paling tidak, tinggal mengulang segala hal seperti pernikahan Kakakku.
Ada satu hal yang cukup membuatku ngeri. Pengajuan ke KUA mengharuskan aku diimunisasi pranikah. Imunisasi?? Jadi aku harus disuntik dulu untuk bisa melaju ke pelaminan. Aku phobia jarum suntik T_T. Akhirnya dengan didampingi calon suami, aku berhasil disuntik walaupun dengan ketegangan tingkat tinggi dan hampir kabur -_-

2. Datangnya orang-orang dari masa lalu
Ya, ini selalu ada. Walaupun tidak kita kehendaki tapi mau tidak mau kita pasti terlibat dengan orang-orang dari masa lalu. Undangan pernikahan, aku minta tolong mantan pacarku untuk mendesain dan mencetak. Bukan apa2, biar enak nego dan ngobrolnya, dan biar dapat diskon pastinya hehe…
Prewedding dan wedding photography kupercayakan pada teman yang pernah cukup dekat denganku dengan tujuan yang sama seperti pada undanganku.
H-2, mantan pacar calon suamiku datang jauh-jauh dari luar kota untuk mengucapkan selamat.
Di antara aku dan calon suamiku sudah pasti ada kecemburuan. Tapi kami bisa menghadapi ini semua. Karena tujuan kami sama. Menjadi satu dalam pernikahan yang bahagia.

3. Musibah
Ada saja musibah yang datang sebelum pernikahan. Sekitar sebulan sebelum menikah, aku yang sedang getol-getolnya mempelajari trik baru inline skate slalom, jauh berkali-kali dan mengalami keseleo di beberapa bagian tubuh.
H-7 giliran calon suamiku yang apes. Dia tersangkut benang layang-layang saat perjalanan pulang dari kantor. Alhasil, tepi bibirnya dan jari-jari sobek. Berdarah parah. Penampilannya seperti Joker. Ya Allah, panik luar biasa saat itu. Alhamdulillah penanganan cepat dan akhirnya sembuh walaupun meninggalkan codet 3 cm di pinggir bibirnya.

4. Skripsi tertunda
Ini bukan cobaan sih sebenarnya tapi salah satu bentuk kemalasanku saja. Tapi hal-hal yang dipikirkan pranikah membuatku tak ada waktu untuk memikirkan skripsiku. Atau malas memikirkan skripsiku? 😀

Dan…dengan segala cobaan, susah senang… Akhirnya kata SAH terlontar dari para saksi. Tanggal 4, bulan 4, tahun 2014 adalah hari yang luar biasa buatku. Ijab Kabul lancar. Resepsi pernikahan lancar walaupun sempat mati lampu dan gerimis beberapa saat.

Alhamdulillah… Aku sudah resmi menjadi istri Hasan Amrullah. Nama yang sama dengan yang kutulis di diary SMAku 11 tahun lalu…

New Level

Posted: June 15, 2014 in Happy Marriage
Tags:

Memasuki level baru dalam hidup adalah hal yang luar biasa buatku. Tahun lalu aku masih Nona, sekarang Nyonya. Dulu menjomblo, sekarang sudah bersuami.

Tentang menikah. Kadang ditanya oleh teman-teman. Gimana rasanya menikah? Dan selalu ada guyonan ini: Nyesel aku, kenapa gak dari dulu nikahnya.

Memang benar, menikah itu luar biasa. Menikah adalah ibadah untuk mendapatkan berkah. Hal-hal yang asalnya haram menjadi halal, yang dulunya dosa menjadi pahala.

Mendapatkan suami yang luar biasa tak hentinya aku syukuri. Cinta lamaku saat SMA kembali setelah 8 tahun tidak bertemu. Dia datang lagi dan meminangku. 4-4-2014 adalah hari paling bahagia dalam hidupku. Sekarang masih beberapa bulan menjadi seorang istri, aku masih terus belajar. Selalu berusaha untuk menjadi istri terbaik untuk suamiku…